Hari ini aku terlahir,
memecahkan gelombang kemunafikan yang sudah terlalu banyak menggelayuti mereka
aku tidak akan bicara,
selama mereka menyampaikan sendu pulunya kehidupan ini
aku tidak akan banyak bertanya,
ketika kedua tangan mereka terus melontarkan isyarat hatinya
Kini aku tetaplah aku,
aku takakan terbiasi oleh warna pelangi yang menertawakanku karena kepudaran ini
tak lagi kuhiraukan canda tawa mereka,
senyuman manis yang terbingkis dalam balutan cinta suci
airmata bagi pengadilannya,dan kedukaan atas penghianatannya
Aku tidak akan tertawa bersama mereka
bila aku tak menginginkann tawa itu,
aku tak akan meneteskan airmata setitikpun, bila aku tak ingin menitikannya.
aku tak akan menyunggingkan senyuman, pabila aku tak sudi berbahagia atas kebahagiaan mereka.
Airmata dan kedukaan tidak akan tersemai di hatiku
jika hanya karena sahabat sejati yang selalu bersamaku kini tengah bersedih.
Aku bukan cermin bagi mereka,
mereka berhak menangis kepadaku, tapi mereka tidak berhak
untuk memintaku turut menangis bersamanya.
Karna aku hanya diturunkan bumi untuk menyemai senyuman
dari mereka yang yang menangis.
aku bukan pula pantulan cermin itu,
karna aku tidak akan tersenyum bersama mereka yang tengah berbahagia,
dan mereka juga tidak berhak untuk menyemai tawaku dalam airmata jiwaku,
dan aku hanya berhak mengingatkannya
bahwa tawa hanyalah kesedihan yang tertunda.
aku bukan pula biasan dari sinar itu,
karena aku dan mereka bukan sejenis,
karna aku berhak memilih hidup yang kukehendaki.
Dan aku tidak akan menjadi bintang di langit,
apabila aku menginginkan menjadi sebutir pasir di antara pasir yang lain,
karena aku percaya bahwa suatu saat nanti akusanggup menjadi bulan purnama
dengan cahaya yang tak seorangpun sanggup menandinginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar