Rabu, 07 Oktober 2009

Cinta Sang Merpati

Kuberjalan di antara duri-duri
kepakkan sayap bagai merpati
menyusuri gundahnya hati
dan bersiap menunggu mati

tak ada harap yang terfikir
tiada lagi semangat yang terpatri
hingga saatnya kini ku ukir
sebuah hati yang amat sunyi

dedaunan berguguran di atas lembah
menyilaukanku akan kesalahan masa lalu
membangkitkan ingatan akan dosa itu
menipiskan harapan tuk menuju surgamu

suatu saat jiwa ini 'kan mati
dan layu bersama gersangnya lautan
sirnah sesaat  memejamkan mata
hingga tiada lagi yang berarti

hanya do'a yang kian berarti
mewarnai sendirinya diri
dan merpati tak lagi dapat tergoyahkan
oleh alunan indah syair cinta

terbitnya fajar bukan pertanda bagiku
sinar mentari bukan lagi 'tuk diriku
bias rembulan tak lagi kunikmati
dan bintang-bintang laksana buta
mereka tak lagi dapat melihatku

tersenyum, menangis, hambar
tinggallah kini aku sendiri
di kesunyian waktu yang tersisa
menyesali dosa yang dulu ku ukir

di atas langit ku jatuhkan airmata
hingga hujan lapisi bumi
tapi tiada yang tahu
dan mereka hanya berkata
'kan datang pelangi hari ini'
tanpa tahu perasaanku
dan mereka berbahagia dalam tangisku
yang dianggap penghilang dahaga itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar