Kamis, 01 Oktober 2009

Tangismu, deritaku...

Kudengarkan tetesan air hujan
kurasakan kepedihan hatimu
airnya kian mendinginkan tubuhmu
dan kaupun menagis dalam dekapku

tanpa mentari di siang hari akulah 'bulanmu' di pagi hari
kubagai orang yang tak berarti
ku datang di saat kau tak membutuhkanku

ketika merpati telah terbang
dan berlari bersama angin siang
aku hanya terdiam dan menjaga diri
agar sayapku tak tergores rerantingan pohon

ku tak bisa menjagamu
ke'egoisanku membuatku melupakanmu
menari dalam mimpi
dan tak pedulikan rintih hatimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar